Dasar Manusia!
oleh Eka Sri Rahayu
Membara,
Bertarung
dengan guratan senja.
Bergurau
dengan angan.
Ingin
melangkah bersama bayangan, namun pupus diterpa harapan .
Lalu
mencoba berdiri bersama mimpi, dan terjatuh mendengar kenyataan tak sejalan
dengan keinginan.
Kita
terlalu naïf,
Juga
terlalu rakus berlomba-lomba menggenggam gemerlap bintang.
Kemudian
lupa cara berdamai dengan kenyataan.
Saat
semesta berlaku nista.
Lalu
kita yang hina bisa apa?
Semakin
jauh berjalan, semakin pelan meyokong tekanan.
Berkata
kesana kemari penuh peluh hingga lelah.
Lalu
kau anggap apa? Tong kosong nyaring bunyinya?
Bersuara
lantang ditelinga mereka.
Namun
sayang, telinga sendiri tuli tak mengenal bahasa.
Dasar
manusia!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar