Rabu, 11 April 2018

Dasar Manusia!


Dasar Manusia!
oleh Eka Sri Rahayu

Membara,
Bertarung dengan guratan senja.
Bergurau dengan angan.
Ingin melangkah bersama bayangan, namun pupus diterpa harapan .
Lalu mencoba berdiri bersama mimpi, dan terjatuh mendengar kenyataan tak sejalan dengan keinginan.
Kita terlalu naïf,
Juga terlalu rakus berlomba-lomba menggenggam gemerlap  bintang.
Kemudian lupa cara berdamai dengan kenyataan.
Saat semesta berlaku nista.
Lalu kita yang hina bisa apa?
Semakin jauh berjalan, semakin pelan meyokong tekanan.
Berkata kesana kemari penuh peluh hingga lelah.
Lalu kau anggap apa? Tong kosong nyaring bunyinya?
Bersuara lantang ditelinga mereka.
Namun sayang, telinga sendiri tuli tak mengenal bahasa.
Dasar manusia!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar