Rabu, 11 April 2018
Dasar Manusia!
Dasar Manusia!
oleh Eka Sri Rahayu
Membara,
Bertarung
dengan guratan senja.
Bergurau
dengan angan.
Ingin
melangkah bersama bayangan, namun pupus diterpa harapan .
Lalu
mencoba berdiri bersama mimpi, dan terjatuh mendengar kenyataan tak sejalan
dengan keinginan.
Kita
terlalu naïf,
Juga
terlalu rakus berlomba-lomba menggenggam gemerlap bintang.
Kemudian
lupa cara berdamai dengan kenyataan.
Saat
semesta berlaku nista.
Lalu
kita yang hina bisa apa?
Semakin
jauh berjalan, semakin pelan meyokong tekanan.
Berkata
kesana kemari penuh peluh hingga lelah.
Lalu
kau anggap apa? Tong kosong nyaring bunyinya?
Bersuara
lantang ditelinga mereka.
Namun
sayang, telinga sendiri tuli tak mengenal bahasa.
Dasar
manusia!
Karya Ilmiah tentang pendidik dalam pendidikan Islam
PENDIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM
KARYA ILMIAH
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu :
Syauqi Futtaqi M.Pd.I

Disusun Oleh:
Eka Sri Rahayu
UNIVERSITAS ISLAM DARUL ‘ULUM (UNISDA)
LAMONGAN
FAKULTAS AGAMA ISLAM
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TP. 2018
Kata Pengantar
Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT, yang telah memberi saya rahmat
serta hidayahNYA pada saya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Perspektif Islam Tentang Sifat Pendidik” untuk memenuhi tugas Bahasa
Indonesia.
Pada kesempatan ini saya selaku
penyusun makalah mengucapkan terimakasih kepada Bapak Syauqi Futtaqi selaku
dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia. Dan saya ucapkan terimakasih
kepada teman-teman yang sengaja maupun tidak sengaja telah membantu saya dalam
menyelesaikan makalah ini.
Harapan saya sebagai penyusun
makalah semoga isi dari makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca maupun saya
sendiri sebagai penyusun. Aamiin.
Lamongan,
04 April 2018
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ....................................................................................................... i
DAFTAR
ISI .................................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang............................................................................................................. 1
1.2
Rumusan Masalah........................................................................................................ 1
1.3
Tujuan........................................................................................................................... 1
BAB
II PEMBAHASAN
2.1
Sifat pendidik ala rasulullah dalam pendidikan islam.................................................. 2
BAB
III PENUTUPAN
3.1
Kesimpulan .................................................................................................................. 6
DAFTAR
PUSTAKA........................................................................................................ 7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dalam
pendidikan islam pendidik adalah salah satu hal utama. Karena tanpa adanya
pendidik bagaimana ilmu yang dipelajari dapat tersambung dengan baik kepada
semua manusia. Pendidik adalah orang dewasa
yang bertanggung jawab memberikan pertolongan pada peserta didiknya
dalam perkembangan jasmani dan rohaninya, agar mencapai tingkat kedewasaan,
mampu berdiri sendiri dan memenuhi tingkat kedewasaannya, mampu mandiri dalam
memenuhi tugasnya sebagai hamba dan khalifah Allah SWT dan mampu melakukan
tugas sebagai makhluk sosial dan individu yang mandiri. Sifat pendidik adalah
hal utama yang harus dajaga sebagai pendidik karena sifat pendidik pula yang
akan mendorong datang nya kesuksesan dalam mendidik dan anak didik itu sendiri.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Sifat
pendidik ala rasulullah dalam pendidikan islam?
1.3
Tujuan
1.
Mengetahui
sifat pendidik ala rasulullah dalam
pendidikan islam.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Sifat Pendidik Dalam Ala Rasulullah dalam Pendidikan Islam
Dalam beberapa literatur kependidikan pada umumnya, istilah pendidik
sering diwakili oleh istilah guru, orang yang pekerjaanya mengajar atau
memberikan pelajaran disekolah/kelas. Sebagai kosa kata yanag bersifat generic,
pedidik mencakup pula guru, dosen, dan
guru besar. Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta
didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar,
dan pendidikan menengah. Adapun dosen adalah pendidik professional dan ilmuan
dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian
kepada masyarakat. Dalam kamus bahasa Indonesia kata pendidik berarti orang
yang mendidik.[1]
Di dalam Al-Qur’an dan Sunnah yang merupakan sumber utama
pendidikan islam, terdapat sejumlah istilah yang mengacu kepada pengertian
pendidik dan masing-masing mempunyai pengertian yang berbeda, istilah tersebut
antara lain: 1) Ketika berperan sebagai orang yang menumbuhkan, membina, dan
mengembangkan potensi anak didik serta membimbingnya maka ia disebut al-murabbi.
2) Ketika berperan sebagai pemberi wawasan ilmu pengetahuan dan keterampilan,
ia disebut al-muzallim. 3) Ketika ia membina mental dan karakter
seseorang agar memiliki akhlak mulia, ia disebut al-muzakki. 4) Ketika
berperan sebagai pene;iti yang berwawasan transcendental serta memiliki
kedalaman ilmu agama dan ketakwaan yang kuat kepada Allah, ia disebut al-ulama.
5) Ketika dapat berpikir secara mendalam dan menangkap makna yang tersembunyi,
ia disebut al-rasikhum fil al ‘lm. 6) Ketika tampil sebagai pakar yang
mumpuni, menjadi tempat bertanya dan rujukan, ia disebut ahl al dzikr.
7) Ketika ia dapat menyinergikan hasil pemikiran rasional dan hasil perenungan
emosional, ia disebut ulul al bab. 8) Ketika ia dapat membina
kader-kader pemimpin masa depan bangsa yang bermoral, ia disebut al-muaddib.
9) Ketika ia menunjukan sikap yang lurus dan menanamkan kepribadian yang jujur
dan terpuji, ia disebut al mursyid. 10) Ketika ia berperan sebagai ahli
agama, ia disebut fakih.[2]
Seorang pendidik pada hakikatnya adalah bukan melulu sebuah profesi
atau pekerjaan yang hanya bertujuan untuk menghasilkan uang untuk memenuhi
kebutuhan hidup seorang pendidik dan keluarganya sendiri bagi kehidupan mereka.
Namun seorang pendidik ia mengajar karena panggilan agama dalam hatinya untuk
lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mengharapkan Ridha-Nya, menghidupkan
agama-Nya, mengembangkan seruan-Nya, dan menggantikan peranan Rasulullah SAW.
Hendaknya sebagai seorang pendidik hendaknya memiliki sifat-sifat tertentu
sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah Saw. Beliau juag seorang pendidik yang
selalu mengajar umatnya dengan berbagai macam hal. Dalam mengajar beliau
memiliki sifat mulia. Fu’ad Shalhub telah menjabarkan beberapa sifat Rasulullah
Saw. Sebagai pengajar pendidikan islam. Sebagai berikut.
1.
Ikhlas
Sifat ikhlas dianjurkan oleh Rasulullah karena niat yang ikhlas
menjadi penentu sebuah perbuatan. Oleh karena itu pula seorang pendidik harus
menanamkan sifat ikhlas pada dirinya sendiri serta pada anak didiknya.
2.
Jujur
Sifat jujur harus ditanamkan pula pada anak didik kita dan terutama
pada diri kita sendiri, karena jujur adalah penyelamat bagi guru di dunia dan
akhirat. Berbohong kepada murid akan menghalangi penerimaan dan menghilangkan
kepercayaan.
3.
Walk
The Talk
Pendidik hendaknya mengerjakan apa yag dia katakan. Adanya
perbedaan ucapan dengan dengan perilaku seorang guru hanya akan membuat seorang
murid berada dalam kebingungan. Seorang guru yang tidak mengamalkan apa yang
mereka katakan kepada muridnya hanya akan merendahkan martabat dirinya
dihadapan orang yang seharusnya menghormatinya.
4.
Adil
dan Egaliter
Allah memerintahkan umatnya
bersifat adil serta tidak membedakan satu sama lain. Allah memerintahkan untuk
bersifat adil dan mewajibkan hamba-Nya untuk berlaku adil terhadap kerabat
dekat ataupun jauh, juga terhadap musuh sekalipun. Mewujudkan sikap adil dan
menyamakan hak setiap murid sangat penting karena sikap tersebut akan menebarkan
rasa cinta dan kasih sayang diantara mereka.
5.
Akhlak
Mulia
Akhlak adalah sikap terpuji yang harus dimiliki oleh setiap guru.
Kemudian ia memerintahkan kepada murid-muridnya untuk berakhlak baik. Sikap
kasih sayang serta kelapangan hati seorang pendidik akan dapat menangani
kebodohan seorang murid.
6.
Tawadhu’
(Rendah Hati)
Sikap ini akan memberikan dampak positif bagi pendidik maupun anak
didik. Karena sifat tawadhu’ dapat menghancurkan batas antara guru dan
muridnya.
7.
Berani
Sifat berani adalah sifat yang harus dimiliki oleh seorang
pendidik. Sifat berani bukan hanya dalam menegur serta menunjukkan kebenaran
kepada murid yang bermoral rendah, dan berakhlak buruk. Melainkan juga berani
mengakui kesalahan diri sendiri jika memang dia melakukan kesalahan dan juga
menegur dan mengakui kesalahan pendidik lain.
8.
Jiwa
humor yang sehat
Humor yang sehat dapat menghilangkan jenuh yang murid rasakan.
Humor akan menciptakan rasa nyaman di ruang kelas, halaqah (lingkaran), atau
pertemuan tertentu. Namun, dalam humor ini juga harus memperhatikan larangan
untuk tidak berlebih-lebihan dalam bersenda gurau, agar pelajaran yang hendak
dicapai tidak keluar dari yang dicita-ciakan dan tidak menghilangkan faedah
yang diharapkan. Karena, berlebih-lebih dalam bersenda gurau hanya akan
menghilangkan kewibawaan dan kehormatan. Senda gurau hendaknya tidak dilakukan
kecuali dalam hal kejujuran atau kebenaran dan tidak menyakiti atau menghina
murid.
9.
Sabar
dan menahan marah
Hal yang paling penting dan paling baik bagi kesuksesan seseorang
adalah sabar. Sedangkan amarah adalah perasaan dalam jiwa yang tak mampu
mengkontrol diri hingga membuat kita lemah dalam melihat kebenaran. Kekuatan
seorang pendidik terletak pada bagaimana dia mampu mengendalikan amarahnya ketika
terjadi sesuatu yang memgusik hatinya. Dan bagaimana ia mampu menguasai akal
sehatnya.
10. Menjaga lisan
Sebuah peribahasa telah mengatakan “Lisan lebih tajam dari pedang”.
Maka menjaga lisan adalah hal yang paling penting. Sebagai seorang pendidik
yang tidak bisa menjaga lisan akan menjatuhkan harkat dan derajat.
11. Sinergi dan musyawarah
Bermusyawarah dan kesinergisan dapat membantu pendidik
dalam menghadapi suatu permasalahan dan perkara sulit yang dihadapinya.
Bermusyawarah juga penting karena dengan bermusyawarah dan bersinergi para
pendidik dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi hingga dapat mencetuskan
hal-hal baru terkait pendidikan islam.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Pendidik adalah orang yang mendidik, seperti guru dan dosen yang
mendidik kita disekolah dan dikelas. Beberapa sifat Rasulullah Saw. Sebagai
pengajar pendidikan islam. Ikhlas, jujur, walk the talk, Adil dan Egaliter, Akhlak
Mulia, Tawadhu’ (Rendah Hati), Berani, Jiwa humor yang sehat, Sabar dan menahan
marah, Menjaga lisan, Sinergi dan musyawarah, dan Adil.
DAFTAR PUSTAKA
Prof.
Dr H. Abdullah Nata, M.A. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta. Pranada
Media. 2010.
Fauzi,
Imron. Manajemen Pendidikan Ala Rasulullah. Jogjakarta. AR-RUZZ MEDIA.
2014.
Langganan:
Postingan (Atom)
