Membangun Karakter Siswa di Era Milenial
oleh: Eka Sri Rahayu
oleh: Eka Sri Rahayu
Karakter merupakan sifat yang membedakan
indvidu satu dengan individu lain. Setiap individu mempunyai karakter bawaan
keturunan yang dimiliki sejak lahir dan karakter yang dipengaruh oleh
lingkungan. pembentukan karakter dimulai sejak dini dengan menanamkan hal-hal
yang positif, serta menempatan siswa dilingkungan yang positif pula. Diera
milenial pendidikan moral untuk membangun karakter siswa sangat penting. Disebut
dengan era milenial karena tak lepas dari teknologi yang berkembang. Di era ini
siswa cenderung tak lepas dari teknologi yang ada terutama smartphone yang
didalamnya selain sebagai media komunikasi pun juga sebagai media informasi
yang bersumber dari berbagai penjuru dunia. dari media-media penunjang informasi
tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi pemahaman dan kesadarannya hingga
tanpa disadari seiring berjalannya waktu akan mempengaruhi perubahan karakter
yang ada dalam dirinya. Generasi
milenial ini dituntut untuk memperkuat pondasi atas dirinya agar tidak
kehilangan arah ditengah kemajuan zaman yang juga menciptakan banyak
ketimpangan sosial serta pergeseran kehidupan. Pendidikan menjadi sangat
penting di era milenial terutama pendidikan karakter. Pentingnya pendidikan
karakter salah satunya ditandai dengan ditandatangani PerPres No. 87 oleh
Presiden Joko Widodo tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) pada 6
September 2017. Membangun pendidikan karakter sejak dini dalam diri siswa dapat
dimulai dari lingkungan keluarga karena lingkungan keluarga adalah lingkungan
yang paling dekat dengan siswa. Selain lingkungan keluarga lingkungan sekolah
adalah lingkungan terdekat kedua sebagai pembangun karakter siswa karena bagian
terbanyak waktu siswa tersita dilingkungan sekolah. Membangun karakter siswa
diera milenial juga bisa dengan cara mengubah cara berfikir siswa menjadi
kritis. Terutama kritis terhadap dampak negative dan positif dari teknologi dan
apa yang ada didalamnya. Mengabil sisi positif yang ada didalamnya dan menjauhi
hal negative. Menarik untuk merenungkan apa yang diucapkan oleh Carver Mead
‘Kita dibatasi, bukan oleh teknologi yang kita miliki, melainkan oleh cara
berpikir. Kita masih berpikir dengna cara yang sama seperti yang kita lakukan
dua ratus tahun yang lalu, seolah-olah tidak ada sesuatu pun yang terjadi’.
Siswa yang berkarkter akan mampu memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya
dan membangun karakter kuat agar tidak mudah terpengaruh hal negative dari
teknologi.
Dalam
pembangunan karakter terdapat nilai-nilai pembangun karakter. Membangun
karakter dengan menanamkan nilai-nilai pembangun karakter yang diharapkan siswa
menjadi semakin baerkarakter di era milenial ini. Dengan semakin kuatnya
karakter siswa tidak mudah tergilas serta terseret arus negative dari
globalisasi. Berikut nilai-nilai pembangun karakter:
11. Religius
Nilai religious termasuk nilai pembentuk karakter yang paling
penting dan perlu ditanamkan secara maksimal. Penanaman nilai religious ini
menjadi tanggung jawab orang tua dan sekolah. Penanaman nilai religious lebih
diintesifkan dari pihak keluarga sejak kecil. Dalam pembangunan karater nilai
religious dan nilai-nilai keagamaan sangat penting untuk menjadi benteng diri
serta pondasi atas dalam menghadapi era milenial.
22. Jujur
Jujur merupakan nilai penting yang harus dimiliki oleh semua orang.
Nilai jujur penting untuk ditumbuhkembangkan sebagai karakter karena di era
milenial ini kejujuran semakin terkikis. Semakin pesatnya perkembangan
teknologi, kejujuran semakin banyak tertindih oleh banyak sekali kebohongan. Di
era milenial ini pemutar balik fakta dianggap sebgai masalah yang kecil dan
semakin menyepelekan kejujuran akan sebuah kebenaran. Jadi, pentig sekali
menanamkan kesadaran akan kejujuran sejak dini dalam diri siswa.
3. Toleransi
Toleransi merupakan sikap yang sangat penting dalam pembangunan
karakter. Di era milenial ini karagaman semakin mudah dijangkau. Bisa ditemui
dlaam lingkup yang paling terjangkau adalah dalam keluarga siswa itu sendiri
contohnya seperti toleransi terhadap keinginnan anggota keluarga yang lain yang
bertentangan dengan keinginanya.
44. Disiplin
Salah satu kelemahan kita adalah disiplin. Disiplin merupakan
pengaruh yang dirancang untuk membantu siswa mampu menghadapi lingkungan.
penanaman disiplin dilakukan sejak dini. Karena disiplin adalah kunci salah
satu kunci kesuksesan.
55. Kerja
keras
Penanaman nilai kerja keras dalam pembentukan karakter itu sangat
penting. Di era milenial ini dengan semakin berkembangnya teknologi yang
membuat banyak hal menjadi serba instan membuat siswa dan masyarakat luas
cenderung pragmatis serta malas. Harus ditanamkan dalam diri siswa bahwa
sesuatu yang ada didunia ini butuh kerja keras dan tanpa melalui kerja keras
maka tidak akan mendapatkan apa yang dicita-citakan.
66. Kreatif
Generasi milenial dengan semakin berkembangnya teknologi dan
peradaban diharuskan untuk terus berfikir kreatif. Kreatif sebagai salah satu
pembangunan karakter yang sangat tepat karena kreatif akan menjadikan seseorag
tidak pasif. Semakin majunya IPTEK di era milenial ini siswa diharapkan memiliki
karakter yang kreatif dengan ditunjangnya teknologi.
77. Mandiri
Tantangan kehidupan sekarang ini menuntut semua orang agar berjuang
dalam menghadapi tantangan kehidupan yang kompleks. Generasi milenial memang
cenderung degngan sikap individualis. Dalam konteks ini mandiri bukan berarti
tidak memiliki kepedulian terhadap sesame namun kemandirian diharap mampu
ditumbuhkembangkan dalam kebersamaan. Pentingnya penanaman sifat mandiri sejak
kecil dalam diri siswa. Hingga dengan terciptanya kemandirian tersebut siswa
dapat menghadapi tantangan dan dan hambatan di era milenial ini dengan tetap
memegang teguh karakter mereka.
88. Rasa
ingin tahu
Rasa ingin tahu yang tinggi dalam setiap manusia adalah hal lumrah.
Namun rasa keingintahuan tersebut harus dilandasi dengan keteguhan diri agar
tidak gampang terpengaruh oleh hal-hal yang negative. Tanpa disadari rasa ingin tahu menjadi salah
satu factor pembentuk karakter. Di era milenial ini informasi semakin mudah
didapat. Sealh satunya informasi sebagai jawaban dari rasa keingintahuan.
99. Semangat
kebangsaan dan Cinta Tanah Air
Di era milenial ini semangat kebangsaan mulsi banyak yang terkikis
dalam diri siswa. Kebanyaka siswa cenderung acuh dan lebih terfokus pada apa
yang sudah ada digenggaman mereka. Dan rentan sekali terpengaruh dengan apa
yang mereka ketahui salah satunya adalah smartphone yang belum tentu
terfilter. Mereka juga lebih banyak mengenal budaya asing daripada budaya
sendiri, pun juga lebih banyak mengetahui super hero yang asalnya dari luar
negeri daripada mengetahui pahlawan-pahlawan dalam negeri sendiri. Semangat
kebangsaan penting menjadi nilai pembentuk karakter karena menguhkan arti dan
makna penting sebagai warga Negara. Penting sekali menanamkan semangat
kebangsaan dan cinta tanah air di era milenial ini.
110. Menghargai prestasi
Di era milenial ini arus kompetisi semakin ketat. Prestasi dapat
dicapai bukan hanya malaui kompetisi namun juga dapat dicapi dari hal-hal yang
lain. Prestasi merupakan produk atau hasil dari sebuah proses. Dalam hal ini
menghargai prestasi bukan hanya dengan menghargai hasilnya saja namun
menghargai prestasi harus menghargai proses. Ditengah iklim yang semakin
kompetitif dan pragmatik, harus selalu ditanamkan dalam diri siswa bahwa
prestasi sangat penting, namun yang lebih penting adalah pencapaian prestasi
yang dilakukan dengan cara maksimal dan sportif.
1 11. Peduli sesama serta peduli lingkungan
Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang tidak bisa dipisahkan
dengan lingkungan pun juga makhluk sosial. Diera milenial ini karakter siswa
cenderung individualis, pragmatis. Karakter siswa zaman sekarang jauh berbeda
dengan siswa zaman dahulu. Terkait dengan moral pun menurun. Sikap kepeduliah
terkadang hanya disampaikan melalui ‘like’ madia sosial sebagi eksitensi
semata. Pun juga kepedulian terhadap lingkungan semakin menurun pula.
Daftar Pustaka
Naim,
Ngainun. 2012. CHARACTER BUILDING; Optimalisasi Peran Pendidikan dalam
Pengembangan Ilmu dan Pembenukan Karakter Bangsa. Jogjakrta; Ar-Ruzz Media.