Rabu, 11 April 2018

Karya Ilmiah tentang pendidik dalam pendidikan Islam


PENDIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM
KARYA ILMIAH
Untuk memenuhi tugas mata kuliah  Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu :
Syauqi Futtaqi M.Pd.I
Disusun Oleh:
Eka Sri Rahayu

UNIVERSITAS ISLAM DARUL ‘ULUM (UNISDA) LAMONGAN
FAKULTAS AGAMA ISLAM
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TP. 2018









Kata Pengantar

Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT, yang telah memberi saya rahmat serta hidayahNYA pada saya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Perspektif Islam Tentang Sifat Pendidik” untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia.
            Pada kesempatan ini saya selaku penyusun makalah mengucapkan terimakasih kepada Bapak Syauqi Futtaqi selaku dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia. Dan saya ucapkan terimakasih kepada teman-teman yang sengaja maupun tidak sengaja telah membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini.
            Harapan saya sebagai penyusun makalah semoga isi dari makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca maupun saya sendiri sebagai penyusun. Aamiin.






Lamongan, 04 April 2018










DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................................................ 1
1.3 Tujuan........................................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Sifat pendidik ala rasulullah dalam pendidikan islam.................................................. 2
BAB III PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan .................................................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................ 7

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dalam pendidikan islam pendidik adalah salah satu hal utama. Karena tanpa adanya pendidik bagaimana ilmu yang dipelajari dapat tersambung dengan baik kepada semua manusia. Pendidik adalah orang dewasa  yang bertanggung jawab memberikan pertolongan pada peserta didiknya dalam perkembangan jasmani dan rohaninya, agar mencapai tingkat kedewasaan, mampu berdiri sendiri dan memenuhi tingkat kedewasaannya, mampu mandiri dalam memenuhi tugasnya sebagai hamba dan khalifah Allah SWT dan mampu melakukan tugas sebagai makhluk sosial dan individu yang mandiri. Sifat pendidik adalah hal utama yang harus dajaga sebagai pendidik karena sifat pendidik pula yang akan mendorong datang nya kesuksesan dalam mendidik dan anak didik itu sendiri.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Sifat pendidik ala rasulullah dalam pendidikan islam?
1.3  Tujuan
1.      Mengetahui sifat pendidik ala rasulullah  dalam pendidikan islam.











BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sifat Pendidik Dalam Ala Rasulullah dalam Pendidikan Islam
Dalam beberapa literatur kependidikan pada umumnya, istilah pendidik sering diwakili oleh istilah guru, orang yang pekerjaanya mengajar atau memberikan pelajaran disekolah/kelas. Sebagai kosa kata yanag bersifat generic,  pedidik mencakup pula guru, dosen, dan guru besar. Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Adapun dosen adalah pendidik professional dan ilmuan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam kamus bahasa Indonesia kata pendidik berarti orang yang mendidik.[1]
Di dalam Al-Qur’an dan Sunnah yang merupakan sumber utama pendidikan islam, terdapat sejumlah istilah yang mengacu kepada pengertian pendidik dan masing-masing mempunyai pengertian yang berbeda, istilah tersebut antara lain: 1) Ketika berperan sebagai orang yang menumbuhkan, membina, dan mengembangkan potensi anak didik serta membimbingnya maka ia disebut al-murabbi. 2) Ketika berperan sebagai pemberi wawasan ilmu pengetahuan dan keterampilan, ia disebut al-muzallim. 3) Ketika ia membina mental dan karakter seseorang agar memiliki akhlak mulia, ia disebut al-muzakki. 4) Ketika berperan sebagai pene;iti yang berwawasan transcendental serta memiliki kedalaman ilmu agama dan ketakwaan yang kuat kepada Allah, ia disebut al-ulama. 5) Ketika dapat berpikir secara mendalam dan menangkap makna yang tersembunyi, ia disebut al-rasikhum fil al ‘lm. 6) Ketika tampil sebagai pakar yang mumpuni, menjadi tempat bertanya dan rujukan, ia disebut ahl al dzikr. 7) Ketika ia dapat menyinergikan hasil pemikiran rasional dan hasil perenungan emosional, ia disebut ulul al bab. 8) Ketika ia dapat membina kader-kader pemimpin masa depan bangsa yang bermoral, ia disebut al-muaddib. 9) Ketika ia menunjukan sikap yang lurus dan menanamkan kepribadian yang jujur dan terpuji, ia disebut al mursyid. 10) Ketika ia berperan sebagai ahli agama, ia disebut fakih.[2]
Seorang pendidik pada hakikatnya adalah bukan melulu sebuah profesi atau pekerjaan yang hanya bertujuan untuk menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup seorang pendidik dan keluarganya sendiri bagi kehidupan mereka. Namun seorang pendidik ia mengajar karena panggilan agama dalam hatinya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mengharapkan Ridha-Nya, menghidupkan agama-Nya, mengembangkan seruan-Nya, dan menggantikan peranan Rasulullah SAW.
Hendaknya sebagai seorang pendidik hendaknya memiliki sifat-sifat tertentu sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah Saw. Beliau juag seorang pendidik yang selalu mengajar umatnya dengan berbagai macam hal. Dalam mengajar beliau memiliki sifat mulia. Fu’ad Shalhub telah menjabarkan beberapa sifat Rasulullah Saw. Sebagai pengajar pendidikan islam. Sebagai berikut.
1.      Ikhlas
Sifat ikhlas dianjurkan oleh Rasulullah karena niat yang ikhlas menjadi penentu sebuah perbuatan. Oleh karena itu pula seorang pendidik harus menanamkan sifat ikhlas pada dirinya sendiri serta pada anak didiknya.
2.      Jujur
Sifat jujur harus ditanamkan pula pada anak didik kita dan terutama pada diri kita sendiri, karena jujur adalah penyelamat bagi guru di dunia dan akhirat. Berbohong kepada murid akan menghalangi penerimaan dan menghilangkan kepercayaan.
3.      Walk The Talk
Pendidik hendaknya mengerjakan apa yag dia katakan. Adanya perbedaan ucapan dengan dengan perilaku seorang guru hanya akan membuat seorang murid berada dalam kebingungan. Seorang guru yang tidak mengamalkan apa yang mereka katakan kepada muridnya hanya akan merendahkan martabat dirinya dihadapan orang yang seharusnya menghormatinya.
4.      Adil dan Egaliter
 Allah memerintahkan umatnya bersifat adil serta tidak membedakan satu sama lain. Allah memerintahkan untuk bersifat adil dan mewajibkan hamba-Nya untuk berlaku adil terhadap kerabat dekat ataupun jauh, juga terhadap musuh sekalipun. Mewujudkan sikap adil dan menyamakan hak setiap murid sangat penting karena sikap tersebut akan menebarkan rasa cinta dan kasih sayang diantara mereka.
5.      Akhlak Mulia
Akhlak adalah sikap terpuji yang harus dimiliki oleh setiap guru. Kemudian ia memerintahkan kepada murid-muridnya untuk berakhlak baik. Sikap kasih sayang serta kelapangan hati seorang pendidik akan dapat menangani kebodohan seorang murid.
6.      Tawadhu’ (Rendah Hati)
Sikap ini akan memberikan dampak positif bagi pendidik maupun anak didik. Karena sifat tawadhu’ dapat menghancurkan batas antara guru dan muridnya.
7.      Berani
Sifat berani adalah sifat yang harus dimiliki oleh seorang pendidik. Sifat berani bukan hanya dalam menegur serta menunjukkan kebenaran kepada murid yang bermoral rendah, dan berakhlak buruk. Melainkan juga berani mengakui kesalahan diri sendiri jika memang dia melakukan kesalahan dan juga menegur dan mengakui kesalahan pendidik lain.
8.      Jiwa humor yang sehat
Humor yang sehat dapat menghilangkan jenuh yang murid rasakan. Humor akan menciptakan rasa nyaman di ruang kelas, halaqah (lingkaran), atau pertemuan tertentu. Namun, dalam humor ini juga harus memperhatikan larangan untuk tidak berlebih-lebihan dalam bersenda gurau, agar pelajaran yang hendak dicapai tidak keluar dari yang dicita-ciakan dan tidak menghilangkan faedah yang diharapkan. Karena, berlebih-lebih dalam bersenda gurau hanya akan menghilangkan kewibawaan dan kehormatan. Senda gurau hendaknya tidak dilakukan kecuali dalam hal kejujuran atau kebenaran dan tidak menyakiti atau menghina murid.
9.      Sabar dan menahan marah
Hal yang paling penting dan paling baik bagi kesuksesan seseorang adalah sabar. Sedangkan amarah adalah perasaan dalam jiwa yang tak mampu mengkontrol diri hingga membuat kita lemah dalam melihat kebenaran. Kekuatan seorang pendidik terletak pada bagaimana dia mampu mengendalikan amarahnya ketika terjadi sesuatu yang memgusik hatinya. Dan bagaimana ia mampu menguasai akal sehatnya.
10.  Menjaga lisan
Sebuah peribahasa telah mengatakan “Lisan lebih tajam dari pedang”. Maka menjaga lisan adalah hal yang paling penting. Sebagai seorang pendidik yang tidak bisa menjaga lisan akan menjatuhkan harkat dan derajat.
11.  Sinergi dan musyawarah
            Bermusyawarah dan kesinergisan dapat membantu pendidik dalam menghadapi suatu permasalahan dan perkara sulit yang dihadapinya. Bermusyawarah juga penting karena dengan bermusyawarah dan bersinergi para pendidik dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi hingga dapat mencetuskan hal-hal baru terkait pendidikan islam.



BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Pendidik adalah orang yang mendidik, seperti guru dan dosen yang mendidik kita disekolah dan dikelas. Beberapa sifat Rasulullah Saw. Sebagai pengajar pendidikan islam. Ikhlas, jujur, walk the talk, Adil dan Egaliter, Akhlak Mulia, Tawadhu’ (Rendah Hati), Berani, Jiwa humor yang sehat, Sabar dan menahan marah, Menjaga lisan, Sinergi dan musyawarah, dan Adil.




















DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr H. Abdullah  Nata, M.A.  Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta. Pranada Media. 2010.
Fauzi, Imron. Manajemen Pendidikan Ala Rasulullah. Jogjakarta. AR-RUZZ MEDIA. 2014.



[1] Tim Penyusun Kamus, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2005), Cet. Ke-III, h.263.
[2]   Abudin Nata, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Pranada Media, 2010), hlm. 7.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar